7 Gangguan Kesehatan yang Rentan Terjadi Saat Menopause

menopause

Mungkin banyak wanita yang datang ke dokter dengan keluhan mereka sudah memasuki usia lanjut “Tua” yang sudah tidak mengalami menstruasi atau haid lagi.

Dan seperti biasa mereka mencari cara dan menanyakan bagaimana caranya agar bisa mengalami menstruasi atau haid lagi, “Ada tidak obat yang bisa membuat saya menstruasi lagi seperti wanita muda lagi?”.

Nah sebenarnya yang perlu ditakutkan disini adalah resiko-resiko yang terjadi setelah Anda memasuki masa menopause.

7 Gangguan Kesehatan Saat Memasuki Masa Menopause

menopause
Designed by freepik

1. Dampak Pada Pembuluh Darah (Strok dan Jantung Coroner)

Jika Anda terkena dampak ini, maka Anda akan memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami serangan strok dan penyakit jantung coroner dan bahkan ini jauh lebih besar resikonya dibandingkan dengan pria dengan usia yang sama dengan Anda.

Gangguan lain pada pembuluh darah yang perlu Anda waspadai adalah Dimensia, dimana gejala ini akan mengganggu kehidupan Anda sehari-hari.

Mungkin gejala awalnya adalah Anda sering lupa, Anda sering tidak ingat menaruh barang, dan pesan saya bagi anak-anak yang masih remaja ketika orang tua Anda mengalami hal seperti demikian, harap dimaklumi dan segera konsultasikan ke dokter.

2. Gangguan Tulang (Osteoporosis)

Gangguan lainya adalah pada tulang atau disebut dengan Osteoporosis. Jadi bagi Anda para wanita yang sudah memasuki masa menopause, hati-hatilah terhadap gangguan yang satu ini, karena ketika Anda mengalami Osteoporosis, tulang akan mudah sekali retak bahkan patah, dan bisa berakibat pada kelumpuhan.

3. Gangguan Hormonal

Gangguan Hormonal disini adalah Gangguan Kadar Gula Darah “Diabetes Melitus” dan Gangguan pada hormon Tiroid “ Hipertiroid”.

Jadi sekali lagi buat Anda yang memasuki masa menopause segera konsultasikan ke dokter apabila Anda mendapati gejala-gejala yang telah disebutkan diatas tadi.

BACA JUGA  7 Cara Mengatasi Rambut Rontok, 100% Terbukti Berhasil

4. Penyakit Autoimun

Perubahan hormon pada wanita saat menopause dapat memicu peradangan serta menyebabkan sistem imun tubuh menyerang terhadap dirinya sendiri, atau biasa disebut dengan autoimun.

Salah satu penyakit autoimun yang sering ditemukan pada wanita yang sedang mengalami menopause adalah rheumatoid arthritis (nyeri sendi).

5. Prolaps Uterus

Prolaps uterus adalah kondisi dimana rahim turun hingga ke area vagina. Kondisi ini terjadi dikarenakan hormon estrogen yang berkurang, sehingga otot-otot dasar panggul melemah.

6. Inkontinensia Urine atau Beser

Setengah dari wanita yang mengalami menopause memiliki kesulitan dalam menahan kencing. Keadaan ini dipengaruhi oleh fungsi hormon estrogen pada jaringan kandung kemih dan saluran kencing yang menurun.

Saat hormon estrogen menurun, jaringan tersebut menjadi tipis dan lemah. Ditambah lagi dengan otot sekitar panggul yang sudah kehilangan kekuatannya karena proses penuaan. Alhasil, terjadilah inkontinensia urine atau sering disebut beser.

7. Gangguan Mulut

Hal yang akan terjadi setelah memasuki masa menopause adalah Anda akan sering mengalami masalah mulut, terutama mulut kering dan gigi berlubang.

Wanita yang sudah menopause juga sangat disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Cara Mengatasi Gangguan Kesehatan Saat Menopause

Sobat sehat, mungkin gangguan-gangguan yang telah saya sebutkan sebelumnya mungkin bagi Anda adalah hal yang menakutkan, tapi jangan khawatir, disini saya akan memberikan tips untuk meminimalisir gangguan-gangguan kesehatan di atas.

Gaya Hidup adalah pengaruh yang paling penting bagi Perempuan yang memasuki Perimenopause dan masa Menopause. Apa saja gaya hidup itu?

1. Olaharaga

Olahraga lah 3 sampai 5 kali dalam seminggu dan biasakan setiap kali memulai olahraga minimal 30 menit sampai 1 jam, dan jika Anda sudah terbiasa, usahakan 1 jam setiap kali memulai olahraga. Lalu olahraga apa saja yang cocok untuk saya yang sedang memasuki masa menopause?

  • Aerobik
  • Olahraga jalan kaki
  • Bersepeda
  • Berenang
  • dan bagi anda yang suka senam, Anda boleh melakukanya seperti Yoga, tichi dan lain sebagainya.
  • Mengurangi kegiatan Olahraga “High Impact” apa itu? High impact adalah kegiatan olahraga yang lebih banyak melompat untuk mencegah cidera pada sendi dan juga pada tulang Anda.
BACA JUGA  5 Cara Ampuh Mengatasi Gatal Karena Alergi

2. Cermati Semua Keluhan Anda, dan Jangan Terburu-Buru Membeli Obat.

Jadi Anda harus mengkonsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Misal Anda sedang mengalami gangguan pencernaan, jangan langsung membeli obat maag tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Atau Anda mengalami anyang-anyangan dan sering bolak-balik ke kamar mandi, itu mungkin Anda mengalami iritasi pada kandung kemih, dan jangan sembarangan membeli antibiotik tanpa Anda konsultasikan terlebih dahulu.

3. Cermati Pola Makan Anda

Misalnya begini , Anda saat ini sedang makan pedas lalu kemudian tiba-tiba lambung Anda terasa sakit, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi tingkat pedasnya.

Jika lambung Anda sakit karena kelebihan minyak maka Anda kurangi kadar minyaknya. Nah, dengan mengurangi hal tesebut maka setelah itu Anda evaluasi bahwa lambung Anda baik-baik saja, jangan malah Anda tutupi dengan obat.

Banyak perempuan yang tidak sadar kalau sistem pencernaan mereka sudah tidak sanggup lagi untuk menerima banyak minyak dan pedas pada saat memasuki masa Perimenopause dan Menopause.

Lalu Apa yang harus saya makan?

Sebenarnya Anda boleh makan kedua hal itu pedas dan minyak, namun hanya pengolahanya dan takaranya yang dirubah.

Mungkin Anda bisa merubahnya dengan yang awalnya selalu digoreng, kemudian Anda bisa merubahnya dengan menumis atau mengkukusnya, karena itu jauh lebih baik untuk sistem pencernaan Anda. Dan ingat, sistem pencernaan Anda sudah tidak seperti sistem pencernaan Anda waktu muda dulu.

4. Berhenti Merokok

Sekarang banyak wanita yang merokok. Perlu Anda ketahui bahwa merokok dapat meningkatkan gejala yang terjadi pada saat Perimenopause dan Menopause.

Perhatikan juga lingkungan sekitar Anda, apakah Anda seorang Passive Smoker atau Perokok Pasif yang terpaksa menghisap asap rokok orang lain secara langsung.

BACA JUGA  Penyebab dan Bahaya Obesitas Serta Cara Mengatasinya (100% Alami)

Hal ini harus Anda perhatikan dan segera Anda hentikan, karena itu dapat meningkatkan salah satu gejala terutama Hоt flаѕhеѕ, yaitu  gејаlа wајаr уаng dіаlаmі ѕааt mеnораuѕе аtаu реrіmеnораuѕе оlеh реndеrіtаnуа, dіаlаmі dеngаn rаѕа раnаѕ уаng ѕаngаt dеngаn bеrkеrіngаt dаn dеtаk јаntung yang сераt, dаn bіаѕаnуа bеrlаngѕung ѕеkіtаr 2 ѕаmраі 30 mеnіt ѕеtіар tеrјаdі.

5. Hindari minuman beralkohol

Hindari minuman beralkohol dan obat-obatan karena tubuh wanita sangat sensitive ketika memasuki masa Perimenopause dan Menopause.

6. Hindari Kebiasaan Buruk Tidak Tidur Tepat Waktu

Ada yang bilang “Saya susah tidur malam hari ini”, ya itu adalah salah satu gejala ketika Anda memasuki masa Perimenopause dan Menopause. Akan tetapi Anda bisa mensiasatinya dengan mengatur pola tidur Anda, apa saja itu?

  1. Tentukan jam berapa Anda ingin tidur.
  2. Dua Jam sebelum Anda tidur, Hindari menonton TV, bermain HP, dan lampu yang terlalu terang.
  3. Bagi Anda pecinta kopi, biasakanlah untuk tidak meminum kopi atau teh saat jam tidur. Karena saat Anda mengalami menopause, gejala insomnia ini pasti terjadi. Apalagi Anda minum kopi saat sebelum tidur. Bukanya saya melarang minum kopi, tapi minumlah kopi jauh-jauh sebelum waktu Anda tidur dan dengan jumlah yang secukupnya saja dan jangan berlebihan.

Oke sobat sehat, itu semua adalah Gangguan kesehatan yang tejadi pada wanita yang sedang masa menopause dan Perimenopause dan juga cara pencegahanya. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*