Anemia – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

anemia

Mungkin kalian pernah mendengar istilah kurang darah, apakah itu merupakan istilah yang tepat ? kalian mungkin juga tahu istilah 5L yaitu gejala-gejala anemia, diantaranya adalah lemah, letih, lesu, lunglai, dan lalai.

Pengertian Anemia

Kalau secara harfiah anemia berasal dari bahasa Yunani yaitu Anaimia, yang artinya dari kata A= tidak ada, dan Haima= darah. Sehingga orang kita sering menyebutkan dengan istilah “kurang darah”.

Namun secara istilah dalam dunia medis, definisi yang tepat kita gunakan anemia adalah penurunan kapasitas daya angkut oksigen dalam darah.

Dimana dalam darah kita terdapat salah satu komponen berupa sel darah merah atau erythrocyte, fungsinya adalah mengantarkan oksigen keseluruh tubuh, sehingga bila sel darah merah kurang maka oksigen yang diantarkan ke seluruh tubuh kita tidak maksimal, sehingga muncul lah 5L tadi.

Namun istilah kurang darah ini kurang tepat penggunaannya, karena penurunan kapasitas daya angkut oksigen tidak harus dikarenakan sel darah merah yang sedikit, karena tidak semua anemia sel darah merah nya berjumlah sedikit.

Ada juga anemia dengan sel darah merah yang normal tetapi daya angkutnya rendah. Misalnya karena stukturnya tidak normal atau karena umurnya lebih pendek.

Maka dalam diagnosa anemia, kita tidak melihat berdasarkan jumlah sel darah merahnya, tapi melihat kadar Hemoglobin nya yang merupakan bagian dari sel darah merah, yang fungsinya mengikat oksigen sehingga lebih menggambarkan daya angkut oksigen sel darah merah, bukan jumlahnya.

anemia
Designed by freepik

Jenis-Jenis Anemia

 Secara umum kita bagi menjadi 3 jenis  :

1. Anemia yang terjadi karena produksi sel darah merah tidak efektif

Anemia ini dapat di sebabkan akibat kurang nya nutrisi yang kita konsumsi atau kelainan pada sum-sum tulang yang sebagai pabrik dari darah.

BACA JUGA  Mencegah Rambut Rontok dengan 6 Makanan Lezat

Contohnya anemia defisiensi besi, yang merupakan anemia yang paling umum terdapat di masyarakat. Penyebabnya adalah kurangnya konsumsi zat besi yang kita makan, biasanya dari sayur seperti bayam atau daging.

Lalu anemia Megaloblastik, karena kekurangan asam folat dan vitamin B12. Lalu anemia akibat penyakit kronis dan anemia aplastik, karena keelainan sum-sum tulang yang merupakan  pabrik dari darah.

2. Anemia yang terjadi karena penghancuran sel darah merah yang meningkat

Disebut juga dengan “Anemia Hemolitik” pada anemia jenis ini, umur sel darah merah yang seharus nya 120 hari menjadi lebih pendek karena dihancurkan lebih awal.

Biasanya sel darah merah memiliki efek tertentu misalnya pada talasemia dimana sel darah merahnya memiliki hemoglobin yang abnormal atau pada spherocyte dimana sel darah merah berbentuk tidak normal yaitu lebih membulat sehingga sel darah akan dihancurkan lebih cepat.

Gejala biasanya pasien tidak terlihat pucat namun terlihat kuning, karena sel darah yang dipecah akan menghasilkan bilirubin. Pada pasien-pasien ini mereka harus rutin untuk transfusi dari donor untuk mengatasi anemianya.       

3. Anemia yang terjadi akibat pendarahan

Pada anemia jenis ini, sel darah merah akan banyak yang hilang kerena robekan pembuluh darah, sehingga banyak darah yang mengalir keluar. Untuk anemia jenis ini penangananya yaitu sumber pendarahannya harus di hentikan.

Penyebab Anemia

Penyebab utama anemia ada 3 antara lain:

1. Kurangnya produksi sel darah merah

Penyebab yang pertama adalah berkurangnya produksi sel darah merah itu sendiri, hal ini biasa ditemukan pada penyakit bawaan, seperti anemia aplastik.

Ataupun hemoglobin yang berkurang, yaitu bisa terjadi pada anemia penyakit kronis yang proteinnya berkurang untuk hemoglobin.

BACA JUGA  Wajib Tahu! Inilah 8 Tanda Tubuh Kekurangan Protein

Atau yang paling umum sekali dijumpai di dunia dan pada anak-anak adalah anemia defisiensi besi yaitu dimana anemia itu kekurangan zat besi untuk membuat hemoglobin, yang berfungsi sebagai transportasi oksigen keseluruh jaringan.

2. Penghancuran dari sel darah merah yang berlebihan

Penyebab anemia yang kedua, bisa karena penghancuran sel darah merah yang berlebihan yang berkaitan dengan penyakit autoimun.

Apa sih penyakit autoimun? penyakit autoimun adalah penyakit dimana tubuh menghancurkan sel darah merahnya sendiri. 

Biasanya gejalanya adalah tubuh terlihat kuning atau paling gampangnya mengecek kuning di bagian putih bola mata.

3. Kehilangan sel darah merah itu sendiri atau Blood Lost

Penyebab anemia yang terakhir adalah kehilangan sel darah merah itu sendiri atau disebut blood lost. Contoh gampangnya adalah biasanya wanita yang mengalami menstruasi berlebihan tanpa asupan gizi yang cukup, dapat menyebabkan anemia.

Gejala Anemia

Adapun gejala dari anemia adalah sebagai berikut

  • Mudah lelah
  • Tidak bersemangat
  • Pucat

Cara Mengobati Anemia

Disini kami mempunyai tips bagaimana cara mencegah anemia :

1. Mengkonsumsi Zat Besi

Nah dari mana sih Anda dapat mengonsumsi zat besi?

  • Hewani dan Nabati

Yang pertama bisa dari hewani maupun nabati. Dari hewani misalnya hati ayam ataupun daging merah. Kalau nabati, misalnya sayur-sayuran bayam ataupun buah bit.

  • Jus Apel atau Mentimun

Yang kedua itu gampang sekali, kamu dapat membuat jus apel atau mentimun, kenapa harus apel dan mentimun ?  karena apel dan mentimun itu mengandung vitamin C. Vitamin C itu berfungsi membantu penyerapan zat besi dalam usus sehingga zat besi dapat menghasilkan hemoglobin.  

  • Buah Bit

Kemudian Anda juga dapat mengkonsumsi buah bit, buah bit mengandung asam folat  yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan dari sel darah merah itu sendiri. Buah bit dapat Anda makan langsung, di jus dan dapat dicampurkan juga kedalam salad.

BACA JUGA  5 Kesalahan Fatal Dalam Diet Yang Sering Dilakukan Banyak Orang!

Buah lain yang dapat kamu konsumsi adalah pomegranate atau buah delima. Buah delima mengandung asam folat yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan dari sel darah merah itu sendiri . seperti layaknya buah bit, buah delima dapat kamu konsumsi langsung, dibuat jus, dicampur kan dalam salad ataupun sebagai toping di dessert.

2. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup dapat meningkatkan metabolisme tubuh agar penyerapan nutrisi dan mineral berjalan secara optimal.

3. Kurangi Rokok, Alkohol, dan Teh

Anda dapat mengurangi rokok, alkohol, dan juga mengurangi konsumsi teh. Karena teh dapat mengurangi penyerapan zat besi di dalam usus.

Itu dia cara untuk mencegah anemia, jika kamu ingin mengetahui apakah kamu menderita anemia atau tidak, segera konsultasikan ke dokter di rumah sakit ataupun klinik terdekat Anda.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*